Difusion and Confusion (Shannon Effect)


Claude Shannon pada tahun 1949 dalam sebuah jurnal Bell Systems Technical Journal Vol 28 (1949), hal [656 – 715], memberikan pandangan dasar-dasar teoritis dari kriptografi paper dengan judul [ “Communication theory of secrecy systems,” memberikan dua dasar sifat dari cryptosystem yang baik. Cryptopsystem yang baik adalah  harus memiliki kemampuan dalam melindungi dari analisis statistik: yaitu efek difusion dan confusion .

Difusi dapat diartikan sebagai ketika kita mengubah karakter dari sebuah plaintext, maka beberapa karakter dari ciphertext harus berubah, dan demikian pula, jika kita mengubah karakter ciphertext, maka beberapa karakter dari plaintext harus berubah. Sedangkan efek Confusion (Kebingungan) berarti bahwa kunci tidak berhubungan langsung dengan cara yang sederhana untuk setiap ciphertext. Secara khusus untuk setiap karakter dari ciphertext harus bergantung pada beberapa bagian kunci. Konfusi  bertujuan untuk mengaburkan  hubungan  plaintext, key  dan  ciphertext  yang  menimbulkan  kesulitan (kebingungan) dalam usaha untuk mencari keteraturan plaintext, key dan ciphertext, sedangkan difusi bertujuan untuk menyebarkan  redudansi  plaintext  dengan  menyebarkan  masukan  ke seluruh ciphertext.

 

aes

Gambar 1 . Algortima Kriptografi pada Ronde-i AES (merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip Confusion)

cbc

Gambar 2 . Metode CBC (merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip Difusi)

Refrence :

Bell Systems Technical Journal Vol 28 (1949),   netlab.cs.ucla.edu/wiki/files/shannon1949.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s