Pengenalan Kriptografi

Pada sistem keamanan modern saat ini, umumnya sistem menggunakan algortima kriptografi untuk memberikan kerahasian, integritas dan autentifikasi sebuah data. Algortima kriptografi adalah sebuah fungsi matematika yang setidaknya memiliki dua buah masukan berupa sebuah pesan (plaintext) dan kunci kriptografi (key). Algoritma kriptografi adalah sebuah peta proses untuk menghasilkan output berupa pesan tersandi (chipertext). Proses perubahan input dari pesan dan kunci menjadi pesan tersandi disebut sebagai proses enkripsi. Pada kriptografi modern, algortima kriptografi  itu sendiri bersifat terbuka dan dapat diketahui siapa saja. Prinsip ini merupakan prinsip penting algoritma kriptografi modern yang baik menurut Auguste Kereckhoffs. Prinsip Kerckhoffs adalah salah satu prinsip dasar kriptografi modern. Hal itu dirumuskan pada akhir abad kesembilan belas. Prinsipnya berjalan yaitu sebagai berikut: “Sebuah sistem kriptografi harus aman bahkan jika segala sesuatu tentang sistem merupakan pengetahuan yang umum, kecuali kuncinya”.

 

Berdasarkan penggunaan jenis kunci, kriptografi terbagi pada dua macam yaitu simetris dan asimetris kriptografi. Pada algoritma kriptogtafi simetris kedua entitas (pengirim dan penerima) menggunakan satu secret key yang sama. Contoh algoritma kriptografi simetris yang cukup dikenal adalah Advanced Encryption Standard (AES) dan Data Encryption Standard (DES). DES bekerja dengan menggunakan kunci yang sama untuk mengenkripsi dan mendekripsi pesan, sehingga pengirim dan penerima harus mengetahui dan menggunakan secret key yang sama. Adapun contoh algoritma kunci simetris yang lain adalah Blowfish, Twofish, MARS, IDEA, 3DES dan (DES diaplikasikan 3 kali).

Gambar 1. Algoritma Simetris  (dikutip dari : http://www.devx.com/supportitems/showSupportItem.php?co=29232&supportitem=figure6 )

Berbeda dengan kriptografi simetris, kriptografi asimetris adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan deskripsi. Pada proses penyandian kunci enkripsi dapat disebarkan kepada umum yang dikenal sebagai kunci publik (public key), sedangkan kunci dekripsi disimpan untuk digunakan sendiri dan dinamakan sebagai kunci pribadi (private key). Oleh karena itu, kriptografi ini dikenal pula dengan nama kriptografi kunci publik (public key cryptography). Adapun contoh algoritma yang menggunakan kunci asimetris yang cukup dikenal adalah RSA (Riverst Shamir Adleman) dan ECC (Elliptic Curve Cryptography). Pada kriptografi asimetris, dimana setiap pengirim dan atau penerima akan memiliki sepasang kunci, yaitu kunci publik dan kunci pribadi, dimana kunci publik di distribusikan kepada umum, sedangkan kunci pribadi disimpan untuk diri sendiri. Artinya  bila Alice ingin mengirimkan pesan kepada Bob, Alice dapat menyandikan pesannya dengan menggunakan kunci publik Bob, dan bila Bob ingin membaca surat tersebut, ia perlu mendeskripsikan surat itu dengan kunci privatnya. Dengan demikian kedua belah pihak dapat menjamin integritas asal surat serta keaslian surat tersebut.

Gambar 2. Kriptografi Asimetris ( gambar dikutip dari : http://www.snipview.com)

 

Demikian penjelasan singkat mengenai kriptografi. Semoga artikel mendatang saya bisa menuliskan teknik penyandian kriptografi dan ancaman kerentanan dalam berbagai sudut teori.

 

Satu pemikiran pada “Pengenalan Kriptografi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s