Kopi Aroma Bandung

Sudah lama tidak berbagi di blog yang mulai usang dan tidak terurus ini. Hari ini saya dan rekan-rekan kuliah mendapatkan sebuah pengalaman dan pengetahuan baru mengenai kopi. Yaaaa kopi atau dikenal dengan istilah kerennya sebagai black coffe atau kopi hitam. Sebelumnya saya dan rekans sangat menyukai dan menikmati kopi terutama dalam kegiatan 3T. Istilah 3T sendiri merupakan kegiatan sosial saling berbincang, yang merupakan kependekan dari 3T(Tidak Penting, Tidak Bermutu, Tidak Bermanfaat :D). Okayy kembali ke dunia perKopian, yaitu pengalaman mengenal pengoalahan kopi bubuk. Hari ini saya dan rekans mendapatkan kesempatan untuk menilik proses pembuatan kopi pada pabrik kopi Aroma a.k.a Banceuy. Mungkin sebagian warga Bandung pasti sangat mengenal sekali dan melegenda. Kopi bubuk ini sering menjadi buah tangan bagi siapa saja yang berkunjung ke kota Bandung. Toko Kopi ini berada pada jalan di Jalan Banceuy, Bandung. Hal yang sangat menjadi daya tarik pada toko ini adalah aroma kopi yang sangat terasa kental, ternyata memang kekhasan kopi arabica dan robusta toko ini sungguh menggoda bagi siapa saja yang melintas.DSC_0872

Pada kesempatan itu saya diajak oleh pemiliknya(Pak Widya) untuk berjalan-jalan melihat dari proses penyimpanan sampai dengan proses packing kopi bubuk. Menurut Pak Widya tempat yang sama sekali tidak berubah sejak 1920 inilah yang menjadi sumber penikmat kopi di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan proses alamiah yang masih dipegang oleh toko kopi ini, membuat penikmat kopi tidak mau berpaling dari setiap serbuk kopi aroma di tangan Pak Widya ini. Biji kopi di dapat dari hasil panen terbaik. Pada gudang penyimpanan biji kopi saya melihat banyak sekali asal daerah biji kopi yang akan diolah, biji-biji kopi tersebut berasal dari penghasil biji kopi terbaik seluruh nusantara. Saya melihat pada karung penyimpan biji kopi berasal dari Flores, Jawa Tengah, Medan, Toraja, dan tentunya Lampung😀 . Menurut pak Widya, biji kopi disimpan dalam jangka waktu yang panjang untuk mendapatkan cita rasa terbaik kopi yang dihasilkan. Untuk menghasilkan kopi berkualitas, pak Widya juga tidak mau main-main dalam mengelola. Setelah mendapatkan biji terbaik, beliau langsung jemur di bawah terik matahari selama dua jam. Setelah itu biji kopi arabica disimpan selama delapan tahun, dan biji kopi robusta selama lima tahun. Kemudian pak Widya memaparkan dengan sistem First In First Out (FIFO), biji kopi yang disimpan terlebih dahulu akan dikeluarkan lebih awal. Penyimpanan kopi yang memakan waktu bertahun-tahun ini bermaksud untuk mengurangi kadar asam dari kopi ketika dikonsumsi, sehingga konsumen terhindar dari kembung serta sakit maag (lambung).

Sambil bergurau dia menceritakan beberapa resep untuk mendapatkan cita rasa dan menikmati kopi yang lebih dari sekedar meminum kopi hitam. Resep yang paling saya ingat adalah untuk mendapatkan kasiat kesehatan saat meminum kopi berjenis robusta adalah jangan menambahkan gula dan pemanis lainnya dalam larutan kopi, kasiat yang didapat adalah bagi kesehatan laki-laki dewasa😀 ,dan menaikan tensi darah bagi yang seseorang yang memiliki tensi darah rendah.

Toko kopi aroma hanya menjual dua jenis kopi bubuk yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Menurut pak Widya perbedaan mendasar adalah pada cita rasanya, kopi robusta lebih pahit dan Kopi arabika memiliki karakteristik wangi saat dinikmati. Perbedaan laiinya adalah pada areal tanam, umumnya kopi robusta ditanam pada 1300m dibawah permukaan laut sedangkan kopi arabika ditanam diatas 1300 diatas permukaan laut.

DSC_0882

Pada akhir perjumpaan dengan pemilik kopi saya melihat banyak sekali pengunjung atau pembeli kopi yang sedang mengantri di toko ini. Sebagai informasi toko ini beroperasi mulai pukul 08.00 pagi sampai dengan 15.00 sore. “Terimakasih untuk bapak Widya yang telah memberikan pelajaran mengenal proses produksi kopi untuk kami”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s